Dasar Prinsip Kerja Mesin V-twin

Dasar Prinsip Kerja Mesin V-twin | Sobat duniamotor.net mesin bersilinder ganda memang mampu memberikan kesan tersendiri kepada penungggangnya,dan memiliki tampilan yang terlihat gahar.

prinsip kerja mesin v twin
dasar prinsip kerja mesin v twin

oke mari kita berkenalan dengan mesin silinder ganda.

mesin silinder ganda

Kebanyakan mesin V-twin memiliki crankpin tunggal, yang dibagi oleh dua batang torak penghubung. Batang torak penghubung tadi posisinya bersebelahan dengan silinder offset,

Sudut ‘V’

Pada dasarnya, mesin sepeda motor dengan dua silinder yang secara fisik berdiri lebih dari 0 dan kurang dari 180 dengan blok terpisah, bisa disebut sebagai jenis mesin V-twin. Walau pada beberapa pabrikan menggunakan nama lain. Seperti Ducati yang menyematkan nama “L-twin” (membentuk huruf L) untuk mesin berkonfigurasi 90 V-twin -secara fisik bentuk silinder depan hampir horizontal dan silinder belakang hampir vertikal. Namun pada dasarnya dengan konfigurasi tersebut tak berbeda secara teknis, hanya penamaan saja sebagai penguat identitas jenama.

Konfigurasi 90 V-twin pada Ducati misalnya, secara teknis akan menghasilkan keseimbangan yang tepat walau interval pembakaran yang tidak rata vertikal & horizontal Mesin V-twin dengan sudut kurang dari 90 memang terlihat lebih kompak, namun memiliki keseimbangan mekanik yang kurang secara signifikan. Kehadiran offset crankpins acapkali digunakan untuk mengurangi getaran yang dihasilkan.

Konfigurasi mesin V-twin juga merupakan salah satu cara untuk mengakomodasi mesin dua silinder. Ketika silinder biasanya sejajar (inline) maka pada mesin jenis ini piston akan menentang posisi satu sama lain. Itulah yang membuat mesin V-twin berbeda dari biasanya. Namun begitu, mesin V-twin memiliki piston yang ditempatkan berdampingan dalam posisi tegak (90 derajat/vertikal).

Desain mesin ini yang paling populer adalah untuk empat silinder, –masing-masing 2 silinder dalam satu sudut V yang berjalan lebih lancar pada RPM (putaran per menit) tinggi dibanding dengan 4 silinder yang dikonfigurasikan inline (segaris).

Ukuran ruang pembakaran (cc) pada mesin sepeda motor ini secara langsung berhubungan dengan output daya. Batas maksimalnya untuk saat ini adalah sekitar 1.500cc.

Kini, konfigurasi mesin V-twin tak hanya untuk Harley Davidson dan Indian Motorcycle, namun banyak produsen yang juga telah menggunakan jenis mesin ini pada sepeda motor mereka. Diantaranya Suzuki, Kawasaki, Yamaha, Ducati, dan tentunya Honda.

prinsip kerja mesin v twin
dasar prinsip kerja mesin v twin

Untuk mesin 2 silinder ada beberapa model, yaitu:

1.inline (side-by-side, crossplane)
2.oppesed
3.v-twin

Atas dasar alasan tersebut, maka munculah sifat-sifat dari mesin satu dan dua silinder, baik kelebihan dan kekurangannya.

Mesin satu silinder

dasar prinsip kerja mesin v twin
dasar prinsip kerja mesin v twin

Kelebihannya :

  • Torsi besar di rpm rendah (karena bandulnya besar), cocok buat motor tril dan harian yang cenderung stop and go
  • Bensin lebih irit
  • Mesin lebih sederhana dan lebih ringan
Kekurangannya :

  • Getarannya lebih besar
  • Tidak cocok untuk rpm tinggi (stroke nya panjang), karena dibatasi oleh piston speed dan akselerasi putaran crankshaft-nya rendah

Mesin dua silinder

cara kerja mesin v twin

Karena penggunaan bandul yang lebih kecil dan ringan, mesin dua silinder membawa sifat bisa bekerja pada rpm yang lebih tinggi dari satu silinder. Sifat ini kemudian didukung dengan berbagai konfigurasi lainnya, seperti overbore, multi-valve, dohc dan lain-lain yang menjadikannya mesin yang performanya (power dan torsi) muncul di rpm yang lebih tinggi. Pada akhirnya menjadikan mesin multi silinder lebih berpotensi untuk mendapatkan power yang lebih besar pada rpm tinggi.

back to : Modifikasi Mesin Motor Double Silinder

oke sampai disini dulu perjumpaan kita pada tema pembahasan ” Dasar Prinsip Kerja Mesin V-twin ” semoga bermanfaat dan menginspirasi sahabat semua,terimakasih dan salam otomotif.

Bagikan