Kawasaki Ninja 250R, Berani Tampil Telanjang

Kawasaki Ninja 250R, Berani Tampil Telanjang  – Sobat duniamotor.net berani tampil telanjang berarti harus punya modal percaya diri yang cukup. Prinsip itu dipegang Anton, pria asal Manado, untuk memodifikasi Kawasaki Ninja 250R miliknya. Ketika mulai berbincang dengan Ariawan Wijaya, pemilik bengkel modifikasi Baru Motor Sport (BMS), ada beberapa prinsip yang harus dipegang ketika menelanjangi sepeda motor ber­fairing. ”Yang pasti saya ingin tidak semua ditelanjangi, setengah saja. Ibarat orang telanjang dadalah, biar bikin penasaran. Tapi harus dibuat lebih kekar dulu di beberapa komponen,” celetuk Anton.

Kawasaki Ninja 250R

Ninja 250R Semakin Kekar

Prinsip Anton klop dengan pemikiran Ariawan yang menganggap bahwa sepeda motor yang ditelanjangi ibarat orang pamer tubuh. ”Kayak orang fitness, kalau body nggak sixpack pasti malu buka baju. Harus ada otot yang dibanggakan supaya tak tampak cupu. Dalam hal ini kaki­kaki harus tampak lebih kokoh,” urai Ari.

Alhasil, rombakan awal dilakukan dengan mengganti kaki ­kaki. Limbah moge dipilih, selain lebih murah, juga bisa disesuaikan dengan karakter Ninja 250.Pilihan jatuh pada bekas Suzuki GSX600 yang sudah bertipe upside down. Tidak terlalu besar dan dirasa cocok untuk Ninja.

Suspensi yang tak terlalu kokoh dipertegas dengan pemakaian pelek copotan Ducati ST4 ukuran cukup besar lebar 3,5 inci di depan dan 6 inci di belakang.Lalu, Ari membalut dengan ban Michelin depan 120/70­17 dan belakang 200/50­17. Semakin kekar dengan penambahan peranti rem double disk.

Pelek palang tiga berwarna keemasan tampak sangat serasi dengan warna suspensi depan dan pemakaian pijakan kaki emas jenis balap. Penggunaan lengan ayun Yamaha R1 dan knalpot Two Brothers membuat proses penelanjangan semakin kekar.

Baca Juga : Spesifikasi Teknis Ninja 300

Karena niatnya setengah telanjang, soal fairing, BMS tak mau membuka semuanya, hanya bagian depan dan menyisakan penutup Mesin Kustom. Knalpot yang menjulur dari ruang bakar pun kini tampak terbuka, dan radiator juga ikut pamer bentuk. Desain bodi seperti lampu belakang, bagian samping, dan tangki dikustom mengikuti model sepeda motor besar.

Agar semakin pas, setang diganti milik Vortex yang dipadu dengan speedometer Koso. Yang menarik dan selalu dibanggakan Ari adalah lampu depan dari Minerva Supermoto. Sepintas kesannya mahal, padahal copotan. ”Model­ model sepeda motor Minerva kurang populer dan banyak yang tidak hafal dengan bentuk lampunya. Supaya lebih atraktif dan menarik, bagian dalam diganti dengan model proyektor yang menimbulkan kesan mahal,” ujar Ari.

Bagikan