Penyebab Dan Cara Memperbaiki Shock Parkit Pada Motor Cup Series

Penyebab Dan Cara Memperbaiki Shock Parkit Pada Motor Cup Series – halo sobat duniamotor.net kembali lagi kami akan berbagi tips dan trik seputaran otomotif dan tema kita kali ini akan membahas tentang permasalahan pada shock parkit dan cara mengatasinya.

penyebab-dan-cara-memperbaiki-shock-parkit-pada-motor-cup-series

Motor Motor Yang memakai Shock Parkit antara lain.

  • Honda C70
  • Honda CUB Series
  • Yamaha V-Series (Yamaha Box)
  • DLL

oke langsung saja apa saja si penyebab shock parkit itu ga nyaman untuk di pakai ?

pada dasarnya shock parkit  secara fungsi sama dengan shock breaker lainnya yaitu menahan guncangan secara langsung tapi secara fisik atau cara kerja memang sangat berbeda dengan shock teleskopic seperti pada motor motor sekarang.

nah untuk itu berikut beberapa masalah yang sering kali timbul pada shock parkit.

Mengatasi Permasalahan Shock Parkit

yang pertama yaitu shock sering miring/mati sebelah.

penyakit ini biasanya di sebabkan dari karet roller bagian per shock udah longgar,nah menurut perngalaman si di ganti dengan roller arm yamaha mio .

penyebab-dan-cara-memperbaiki-shock-parkit-pada-motor-cup-series

ini sudah saya praktikan dan terbukti berhasil,hasilnya shock parkit jadi awet dan ga miring miring lagi.

kedua laher bambu pada tuas penghubung roda dan per.

nah di sini juga sering konslet ya,iya karena roller yang di pakai pada tuas parkit pernghubung menggunakan bahan PVC yang sangat mudah kendur atau oblak karena pemakaian.

penyebab-dan-cara-memperbaiki-shock-parkit-pada-motor-cup-series

nah di sini kita pakai laher bambu yang seukuran tersebut.laher bambu sebagai pengganti roller pvc parkit sangat ampuh bor buat nanganin shock parkit yang ga center.

penyebab-dan-cara-memperbaiki-shock-parkit-pada-motor-cup-series

ok sepertinya hanya 2 masalah itu yang sering terjadi pada sock parkit dan paling susah juga di benerin kalau belum tahu caranya.

untuk sobat yang ingin melihat modifikasi honda cub series bisa lanjut ke halaman 2.

 

Halaman Selanjutnya

Bagikan