Rangkaian Relay Pada Klakson Motor

Rangkaian Relay Pada Klakson Motor – Pie kabare arek arek duniamotor.net salam seger waras untuk kita semua, nah kali ini saya akan sedikit berbagi tips dan trik seputaran klakson motor dengan relay. Penambahan rangkaian relay pada sepeda motor sangat ampuh meminimalisir aki biar gak cepet tekor atau drop. Nah, berikut ini ulasannya.

Rangkaian Relay Pada Klakson Motor saat ini hampir jadi perangkat yang wajib terpasang pada setiap kendaraan kendaraan karena perangkat ini akan mencegah kecelakaan dengan cara memberi signal berupa suara. Tak jarang kerusakan sistem bel klakson juga bisa jadi awal sebuah kecelakaan lalu lintas. Kali ini kita akan membahas seluk beluk mengenai cara kerja dan susunan sistem bel klakson pada mobil sertamotor. Mengapa bro sis harus mempelajari cara kerja perangkat ini ? tujuanya ialah agar ketika bel klakson mobil atau motor bro sis bermasalah, bro sis tidak panik dan tahu cara memperbaikinya. Lantas seperti apa cara kerja sistem bel klakson ini ? simak ulasanya dibawah

Pengertian Bel Klakson

bel klakson atau horn ialah berupa bagian bagian yang bisa mengeluarkan suara ketika terbisa trigger berupa energi listrik atau energi angin. bel klakson terbagi jadi dua tipe,Electric klakson atau horn, bagian bagian ini akan mengeluarkan suara ketika teraliri listrik. Proses kerjanya begini bro sis, baja spiral akan bergerak karena adanya gaya elektromagnet. Ketika baja spiral bergerak ke titik top, arus akan hilang lalu baja spiral kembali ke posisi awal. Dan kembali bergerak seketika arus dihubungkan. Gerakan ini akan menimbulkan osilasi yang akan menghasilkan suara yang khas.
Air klakson, untuk tipe kedua bekerja ketika menbisa energi berupa tekanan angin. Prinsipnya sama seperti trompet. Dimana udara tersebut mengalir melalui pita suara sehingga akan menghasilkan suara. Keunikan dari klakson tipe ini ialah kita bisa mengatur suara yang dihasilkan dengan mengatur panjang selubung terompet. Fenomena seperti ini sempat buming viral beberapa waktu yang lalu pada bus om telolet.

Dari kedua tipe klakson yang ada diatas, kita akan fokus untuk membahas satu tipe yaitu bel klakson listrik. bel klakson ini umum digunakan pada kendaraan berdimensi kecil seperti sepeda motor dan mobil. Berbeda dengan air klakson yang banyak digunakan pada truk dan bus karena memiliki bagian bagian tambahan berupa kompressor angin.

Namun meski berbeda, kedua klakson ini memiliki fungsi yang sama. Yaitu memberikan signal ke pengguna jalan yang berada di depan untuk memberitahukan bahwa ada kendaraan lain dibelakangnya.

Baca Juga :  Tips Cara Cat Ulang Motor Agar Hasilnya Maksimal

Susunan Sistem Klakson Dengan Relay

Antara mobil dan sepeda motor umumnya memiliki susunan yang mirip. susunan klakson dengan relay akan lebih aman dan lebih awet dibandingkan susunan tanpa relay. Hal ini dikarenakan relay bisa dijadikan untuk mengamankan saklar dan mengairkan arus secara efisien.

Rangkaian Relay Pada Klakson Motor

duniamotor.net : Rangkaian Relay Pada Klakson Motor

bagian bagian pada sistem bel klakson :

  • Aki
  • Kunci Kontak
  • Fuse
  • Relay
  • Switch
  • klakson
  • Ground

Secara simple, bel klakson akan bersuara ketika arus dari teminal 87 menuju kedalam bagian bagian klakson. Jika dijelaskan arah arusnya, maka arus listrik berawal dari aki. Arus listrik positif mengalir dari aki kemudian menuju ke kunci kontak. Apabila pengguna memutar kunci kontak ke posisi ON maka arus berlanjut untuk mengalir ke susunan pengontrol bel klakson. Arus listrik ini akan menuju ke dalam terminal 85 dan keluar melalui terminal 86.

Keluaran dari relay, arus akan langsung mengalir menuju switch klakson sebelum bertemu dengan ground. Saat switch diaktifkan, maka susunan pengontrol akan terhubung. Hubungan ini akan berpengaruh pada relay klakson. Diantara terminal 85 dan 86 terdapat kawat lilitan yang akan timbul gaya elektromagnetik apabila terdapat aliran arus listrik.

Gaya elektromagnetik ini akan menarik kontak yang berada diatas lilitan itu, lalu terminal 30 dan terminal 87 pada relay akan tergabungg. Di lain sisi, arus yang berasal dari bateray akan mengalir lalu melewati klakson dan langsung menuju terminal 30 pada relay klakson. Arus akan keluar dari terminal 87 dan langsung dihubungkan dengan beban, dalam hal ini bel klakson. Karena terminal 30 dan 87 terhubung oleh tarikan liitan, maka arus dari terminal 30 relay akan mengalir ke terminal 87 relay. Hal ini menyebabkan adanya aliran arus yang menuju bel klakson.

Saat switch klakson berhenti dipejet, maka susunannya juga akan ikut terputus. Lalu bagian kemagnetan pada lilitan akan hilang. Dengan hilangnya daya magnet seperti ini akan berakibat pada kontak yang kembali bisa terputus. Sehingga terminal 30 dan 87 relay juga bisa ikut terputus. Hal ini akan menyebabkan bel klakson akan mati.

Susunan Klakson Dengan Alarm

Pada susunan bel klakson modern, yang umumnya telah menyertakan sistem alarm sebagai sistem kemanan. Maka terbisa perbedaan pada susunan klakson ini. Secara simple, susunan bel klakson modern di gambarkan seperti susunan dibawah.

Rangkaian Relay Pada Klakson Motor

duniamptor.net : Rangkaian Relay Pada Klakson Motor

Baik arus utama atau arus pengontrol bel klakson akan langsung terhubung dengan relay. Sementara pada keluaran terminal 86 terbisa beberapa bagian bagian yang akan mengatur sistem kontrol klakson. Arus dari terminal 86 tidak langsung menuju ke switch atau masa, namun menuju kedalam ECU. ECU selaku bagian pengontrol akan menerima signal dari switch klakson saat diaktifkan, dan juga menerima signal dari Ignition key yang umumnya telah berteknologi Immobilizer.

Saat dua signal tersebut terpenuhi, maka ECU akan menghubungkan arus dari terminal 86 relay menuju masa. Keadaan seperti ini akan menimbulkan tersambungnya kontak mmotor antara terminal 30 dan terminal 87 pada relay. Sehingga bel klakson bisa bersuara.

Baca Juga :  Cara Bobok Knalpot Motor Bebek Grand, Legenda, Prima, Dan Star

Pada jalur yang terpisah, juga terbisa susunan yang berasal dari percabangan output Relay (Terminal 86). Arus dari terminal 86 relay klakson ini akan dihubungkan dengan sistem alarm mobil. Sehingga klakson akan bersuara. suara yang mempunyai jarak ini dihasilkan karena module alarm menghubungkan arus dari output relay 86 menuju ke masa dengan jarak tertentu.

Namun untuk sistem alarm individu yang dipasang secara terpisah umumnya tidak menyertakan klakson sebagai pengingat. karena sistem ini biasanya memiliki aktuator suara tersendiri yang memiliki suara yang khas.

Nah, itu tadi susunan relay pada bel klakson beserta cara kerja klakson dengan menggunakan relay. bagaimana bro sis semua sangat simple kan ? Nah, sekarang bro sis tidak perlu panik lagi ketika terjadi kerusakan pada klakson sistem kendaraan anda. langkah pertama, bro sis periksa dahulu susunan kelistrikan klakson pada kendaraan bermotor bro sis sebelum bongkar bongkar aktuator pada klakson. klakson yang tidak berfungsi atau mati pada umumnya dikarenakan fuse atau relanya yang sedang mengalami bermasalah.

Namun tidak berarti aktuator klakson tak akan rusak. Aktuator klakson juga sering rusak, hal ini bisa disebabkan oleh faktor usia, pemakaian, atau pemilihan spesifikasi klakson yang tidak sesuai (Biasanya hal ini terjadi pada jenis klakson aftersales). Sekian pembahasan kita kali ini.

Bagikan